Ada 2 Jenis, Ini Perbedaan Proposal Berdasarkan Sifatnya

Perbedaan Proposal Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya proposal dibedakan menjadi dua jenis, apa saja? Simak materi perbedaan proposal berdasarkan sifatnya berikut ini.

Thecronutproject.com – Bagi beberapa orang, pembuatan proposal sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan. Jangankan struktur, beberapa orang bahkan mungkin belum mengetahui jenis-jenis proposal. Padahal, mengenal perbedaan proposal berdasarkan sifatnya sangat bermanfaat untuk memperlancar berbagai urusan.

Demi meminimalisir hal tersebut, informasi mengenai pembuatan proposal pun dikenalkan sejak di bangku sekolah menengah, mengingat ada begitu banyak kegunaan proposal dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Dimulai dari pengenalan jenis proposal berdasarkan sifat, diharapkan nantinya Anda akan lebih terbantu dalam pembuatan proposal dengan hasil yang profesional. Berikut kami bantu rangkum fungsi serta apa saja yang membedakan antara jenis-jenis proposal tersebut.

Penggunaan Proposal dalam Kehidupan Sehari-hari

Proposal

Sebelum mengenal perbedaan proposal berdasarkan sifatnya, ketahui terlebih dahulu apa itu proposal. Ada banyak para ahli menyimpulkan pengertian dari proposal.

Singkatnya, proposal merupakan teks berupa permintaan (pengajuan, permohonan, atau penawaran) kepada seseorang atau suatu lembaga untuk melakukan suatu kegiatan.

Dengan adanya proposal, kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana secara baik karena telah mengikuti regulasi serta mendapat izin pelaksanaan kegiatan hingga mendapat bantuan dana.

Agar lebih mudah dipahami, kami berikan contoh nyata penggunaan proposal yang kerap ditemukan di lingkungan sekolah atau dunia kerja, yakni:

  • proposal permintaan izin LDK OSIS
  • proposal pengajuan dana acara 17-an RT/RW
  • proposal permohonan izin mengikuti lomba bahasa Inggris
  • proposal penawaran kerjasama usaha
  • proposal penelitian skripsi
  • proposal pengajuan beasiswa
  • dan lain-lain

Berdasarkan contoh-contoh di atas, proposal merupakan ‘pengantar’ untuk mendapatkan izin, dana, atau dukungan dari pihak yang ingin diajak bekerja sama, seperti sekolah, institusi, dan lain-lain.

Referensi contoh proposal bisa baca di artikel berikut:

Berdasarkan Sifatnya Proposal Dibedakan Menjadi Dua Jenis

Sebelumnya sudah dijelaskan fungsi alias apa saja kegunaan proposal secara umum dalam kehidupan nyata.

Dan seperti yang sudah disinggung di atas, proposal memiliki banyak jenisnya. Salah satunya dibedakan berdasarkan sifat yang kemudian dibagi menjadi dua, yakni proposal formal dan proposal informal.

Proposal formal ialah proposal yang menggunakan bentuk baku, baik dari segi strukturnya ataupun sistematika penulisannya. Biasanya, proposal jenis ini diajukan ke suatu instansi atau lembaga resmi.

Kebalikannya, proposal non-formal atau informal merupakan proposal dengan bentuk bahasa non-baku, namun masih tetap memperhatikan sistematika yang dikehendaki pihak penerima.

Perbedaan Proposal Berdasarkan Sifatnya

Setelah mengenali perbedaannya dari segi definisi. Sekarang, mari membahas contoh penggunaan dan struktur dari dua kategori proposal berdasarkan sifatnya tadi.

1. Contoh Tujuan Penggunaan

Dalam kehidupan nyata, proposal formal digunakan untuk kegiatan yang bersifat formal. Seperti proposal pengajuan dana OSIS, pengajuan penelitian saat kuliah, pengajuan sponsor ke sebuah perusahaan, dan pengajuan resmi lainnya.

Sementara itu, tujuan penggunaan proposal informal biasanya ditujukan untuk pengajuan yang tidak memerlukan izin ketat. Semisal, proposal pengajuan proyek atau menulis makalah tugas sekolah. Proposal yang bersifat informal biasanya mengemukakan cara persuasif dengan mengajukan ide dan meminta tindakan untuk mewujudkan ide tersebut.

Untuk menentukan apakah proposal harus dibuat formal atau informal bisa dipertimbangkan berdasarkan “siapa” yang akan membaca proposal tersebut.

Semisal untuk pihak setara perusahaan besar atau petinggi sekolah, maka sudah seharusnya menggunakan struktur proposal formal yang diikuti dengan kata-kata baku. Namun bukan berarti pada proposal informal bebas mengungkapkan apa yang ingin disampaikan.

Baca juga: Jenis jenis proposal usaha

2. Struktur Masing-masing Proposal

Perbedaan proposal berdasarkan sifatnya yang kedua ini mencakup struktur penulisan. Proposal formal memiliki struktur sebagai berikut:

  • Bagian Pendahuluan: Sampul dan Halaman Judul, Surat Pengantar (Kata Pengantar), Ikhtisar, Daftar Isi, dan Permohonan Pengesahan.
  • Bagian Isi: Latar Belakang, Pembahasan Masalah, Tujuan, Ruang Lingkup, Pemikiran Dasar, Metodologi, Fasilitas, Personalia (Susunan Panitia), Keuntungan dan Kerugian, Waktu, dan Biaya.
  • Bagian Penutup: Daftar Pustaka, Lampiran, Tabel, dan sebagainya

Melihat sistematika penulisan proposal formal yang tertera di atas, terlihat sangat baku dan lengkap. Sedangkan proposal informal biasanya tidak selengkap itu, namun harus mengandung beberapa hal berikut:

  • Masalah
  • Saran
  • Pemecahan
  • Permohonan

Perlu diketahui pula, bahwa sejatinya sistematika proposal formal atau informal bersifat fleksibel. Tergantung dari jenis kegiatan yang dilakukan serta pihak penerima yang hendak dituju. Sebagai pedoman, gunakan contoh sistematika penulisan di atas.

Jadi, itulah perbedaan proposal berdasarkan sifatnya. Semoga dapat membantu Anda memahaminya dengan mudah.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like