Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Menguat

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Menguat
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Menguat
Bank Indonesia mematok kurs tengah pada Selasa (11/2) di level Rp13.686 per dolar AS, menguat 22 poin atau 0,16 persen dari posisi Rp13.708 pada Senin (10/2).

Thecronutproject.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS diprediksi di prediksi hari ini mengalami tren penguatan terbatas pada perdagangan Senin (31/5/2021).

Pada puncak perdagangan Jumat (28/5/2021) pukul 15.00 WIB, tak di sangka ternyata rupiah akhirnya ditutup dan kini menguat 0,02 persen atau 2,5 poin di posisi Rp14.285 per dolar AS. Selain itu, indeks dolar AS menguat 0,13 persen atau 0,12 poin menjadi 90,09.

Sementara itu, Bank Indonesia menetapkan kurs Jisdor hari ini di level RP13.310, menguat 2 poin dibandingkan Rp14.312 pada Kamis (27/5/2021).

Baca juga; Ekonomi RI Mulai Kembali Pulih, Inilah Tanda-tandanya

“Pada perdagangan di awal minggu ini, Senin (31/5/2021), nilai mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif, tetapi ditutup meningkat di rentang Rp14.270-Rp14.310 per dolar AS,” papar Ibrahim Assuaibi, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka.

Sebuah data yang dibuka di AS pada hari Kamis merilis jika 406.000 klaim pengangguran awal diajukan sepanjang minggu.

Pada angka itu mencapai titik terendah dalam 14 bulan sesudah PHK mulai reda. PDB AS meningkat 6,4% pada kuartal ke kuartal selama kuartal I/2021, mengalami sedikit penurunan pertumbuhan 6,5% dalam perkiraan analis.

Namun, Presiden Federal Reserve Bank Dallas AS Robert Kaplan memperingatkan bahwa pasar tenaga kerja lebih ketat daripada yang disarankan oleh tingkat ketenagakerjaan.

Secara bersamaan laporan oleh New York Times bahwa Presiden Joe Biden akan mengumumkan pada Jumat malam anggaran US$6 triliun untuk tahun 2022 untuk memastikan investasi dalam proyek infrastruktur, pendidikan dan perawatan kesehatan utama. Jika ini berhasil melewati Kongres yang terpecah, pengeluaran federal akan mencapai tingkat tertinggi sejak Perang Dunia II.

Dari sisi internal, salah satu sektor yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah penurunan suku bunga kredit perbankan. Penurunan suku bunga kredit perbankan sampai saat ini belum signifikan meskipun kebijakan transparansi suku bunga kredit (SBDK) sudah diberlakukan.

“Penurunan kredit perbankan sangat berpengaruh terhadap jalannya roda ekonomi diIndonesia karena suntikan dana segar dari perbankan yang bisa memulihkan ekonomi kembali seperti sebelum pandemi Covid-19 ada,” papar Ibrahim.

Baca Juga; Transaksi Digital Meningkat Hingga 60% Pada Bulan April

Maka dari itu, sekuat-kuatnya perbankan baik perbankan plat merah meskipun swasta kembali menurunkan suku bunga kreditnya tanpa harus ada teguran dari Bank Indonesia.

Sebuah penurunan kredit perbankan adalah bentuk upaya dari kebijakan pemerintah agar ekonomi berangsur pulih, proyek infrastruktur kembali berjalan dan pengangguran kembali berkurang.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS yang menguat berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang semakin maju dan pesat.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like