Modal Usaha Pakaian (Rincian & Perhitungan Keuntungan)

modal usaha pakaian

Thecronutproject.com – Memahami rincian modal usaha pakaian merupakan langkah awal yang harus dipikirkan sebelum membuka usaha produksi pakaian.

Bisnis atau usaha pakaian bisa dibilang selalu menjanjikan. Alasannya, karena pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang selalu memiliki banyak peminat.

Di masa pandemi ini, banyak orang mulai membuka usaha pakaian untuk mendapatkan penghasilan utama atau tambahan. Kira-kira, berapa rincian modal usaha pakaian yang Anda butuhkan khususnya di masa pandemi?

Rincian modal usaha pakaian

Usaha baju

Kita akan membahas modal usaha berdasarkan 3 jenis model bisnis yang telah lebih dahulu kami jelaskan di atas.

A. Membuat brand sendiri

Bagaimana cara membuat bisnis pakaian produksi sendiri dan berapa modal yang Anda perlukan untuk usaha pakaian?

Modal yang Anda butuhkan bervariasi dari mulai kecil ke besar, tergantung kuantitas baju yang akan Anda buat.

Kita akan memproyeksikan modal yang Anda butuhkan untuk memproduksi satu lini model pakaian dengan 4 warna yang berbeda dengan kuantitas standar.

1. Modal

  • Bahan baku

Untuk membuat model baju kemeja laki-laki dengan 4 warna kain, Anda membutuhkan 4 rol kain yang masing-masingnya senilai Rp 3.000.000,- (Rp 30.000,- per yard x 100 yard).

Per roll (100 yard) bisa Anda jahit menjadi 4 lusin baju. Sehingga Anda mendapatkan bahan baku untuk 16 lusin baju dengan 4 warna berbeda.

Maka, total biaya yang Anda butuhkan adalah Rp 12.000.000,-.

  • Aksesoris

Tentunya Anda akan membutuhkan label baju, label harga, hangtag, kancing custom, dan semacamnya.

Aksesoris ini akan menghabiskan Rp 2.000.000,- di awal, namun bisa bertahan lama karena kuantitasnya banyak.

  • Biaya jahit

Biaya jahit bervariasi tergantung kuantitas dan kualitas. Untuk biaya jahit stAndar dengan kuantitas tidak terlalu besar Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp 25.000,- per helai baju.

Maka, biaya yang Anda butuhkan adalah Rp 4.800.000,- juta rupiah (16 lusin x Rp 25.000,-).

  • Pembuatan pola pakaian

Anda membutuhkan 4 pola dengan nilai masing-masing Rp 150.000,-, sehingga totalnya Rp 600.000,-.

  • Packaging

Untuk packaging stAndard, Anda bisa menyiapkan plastik, lakban, dan bubble-wrap senilai Rp 500.000,-.

  • Biaya pemasaran

Termasuk biaya ini adalah foto produk, iklan berbayar di marketplace dan media sosial, serta diskon dan giveaway produk.

Anda bisa menyiapkan Rp 1.500.000,- untuk biaya pemasaran.

Maka, total modal usaha pakaian yang Anda butuhkan adalah senilai Rp 21.400.000,-. Ini dengan asumsi Anda menjualnya secara daring dan tidak memiliki toko offline.

Baca juga: 4 Ide Usaha Ibu Rumah Tangga Modal Kecil Untung Besar

2. Perhitungan keuntungan dan balik modal:

  • Biaya operasional bulanan

Biaya operasional bulanan dimulai di bulan kedua dengan rincian pemasaran senilai Rp 1.000.000,-, packaging senilai Rp 300.000,-, dan biaya lain-lain senilai Rp 500.000,-.

Total biaya operasional Anda Rp 1.800.000,-.

  • Keuntungan per bulan

Keuntungan yang Anda dapatkan tergantung dari penjualan baju. Jika Anda bisa menjual 4 lusin per bulan dengan harga baju Rp 175.000,- per helainya (harga pasaran), maka Anda mendapatkan:

  • Rp 175.000,- per baju x 48 helai = Rp 8.400.000,-.
  • [Keuntungan (Rp 8.400.000,=)] – [biaya operasional (Rp 1.800.000,-)] = Rp 6.600.000,-
  • Balik modal dan keuntungan

Dengan asumsi modal Anda Rp 21.400.000,-, maka Anda akan balik modal dalam 3-4 bulan.

Namun, Anda pun harus mengulangi produksi setelah 16 lusin pertama Anda habis di 4 bulan pertama.

Adapun keuntungan Anda senilai:

  • Rp 175.000,- x 192 helai = Rp 33.600.000,-
  • [Keuntungan (Rp 33.600.000,-)] – [biaya operasional 3 bulan (Rp 5.400.000,-) + modal untuk produksi kedua (biaya bahan dan jahit senilai Rp 16.800.000,-)] = Rp 11.400.000,-
  • Jika dikonversikan ke penghasilan per bulan, maka Anda mendapatkan Rp 2.850.000,- per bulan.

Angka Rp 2.850.000,- mungkin terdengar kecil, namun jika brand pakaian Anda semakin dikenal, maka Anda bisa menjual dengan kuantitas semakin banyak per bulannya. Selain itu, biaya jahit dan bahan pun bisa Anda tekan ketika Anda membeli dalam jumlah banyak.

Kekurangannya, brand pakaian harus Anda urus dengan baik dan tidak bisa Anda biarkan begitu saja. Anda pun harus terus membuat desain-desain yang bagus dan pasar minati serta memasarkannya dengan baik.

B. Menjadi reseller online

Reseller adalah opsi yang baik untuk diambil jika Anda memiliki sejumlah modal, karena keuntungan yang Anda dapat lebih besar dari dropshipper namun tidak sesulit membuat brand sendiri.

Modal usaha baju online jenis reseller dan keuntungannya akan kami jelaskan di bawah ini:

1. Modal

  • Baju untuk dijual

Biasanya brand yang menjual baju dengan harga Rp 200.000,- menjualnya pada reseller hingga sekitar Rp 160.000,-, dengan minimal pembelian 2 lusin.

Maka, Anda harus menyiapkan Rp 3.840.000,- rupiah.

  • Packaging

Meski brand biasanya sudah menyediakan packaging sendiri, namun Anda tetap membutuhkan plastik dan lakban untuk mengirimnya lewat jasa ekspedisi.

Anda membutuhkan sekitar Rp 100.000,- saja.

2. Perhitungan keuntungan dan balik modal

  • Jika Anda mampu menjual semuanya dalam 1 bulan, maka Anda akan mendapatkan:
  • Keuntungan kotor: Rp 200.000,- x 24 = Rp 4.800.000,-
  • Keuntungan kotor dikurangi modal (Rp 3.840.000,-)] dan packaging (Rp 100.000,-) = Rp 860.000,-

Meski keuntungan awal yang Anda dapat tidak terlalu besar, namun Anda dapat memutarnya untuk membeli lebih banyak baju dan menjualnya kembali.

C. Dropshipping

Untuk metode dropshipping, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun. Namun, keuntungan yang Anda dapatkan lebih kecil dari reseller (biasanya sekitar Rp 20.000,- saja per baju-nya).

Baca juga: Baca juga: Cara Dropship Dari Shopee ke Tokopedia Dalam 30 Menit [Terbaru]

Penjualan dari metode ini tergantung dengan kepiawaian Anda dalam melakukan pemasaran. Jika Anda bisa menjual hingga 100 helai per bulannya, maka Anda bisa mendapatkan Rp 2.000.000,-.

Kesimpulan

Usaha produksi pakaian atau jualan baju online di masa pandemi masih memiliki daya tarik. Dengan adanya sistem reseller dan dropship, maka modal yang Anda perlukan pun tidak terlalu besar.

Setelah memilih jenis bisnis dan rincian modal usaha pakaian yang cocok dengan budget dan kemampuan Anda, maka Anda pun bisa mulai berjualan setelah menentukan target pasar Anda.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like