6 Ide Jualan yang Laku di Kampung + Modal & Untungnya

Jualan yang Laku di Kampung
Jualan apa yang laku di kampung? Intip 6 ide jualan yang berpotensi laris di kampung selayaknya di perkotaan di artikel kali ini.

Thecronutproject.com – Jualan apa yang laku di kampung? Inspirasi jualan makanan dan jajanan berikut ini berpeluang laris manis di kampung.

Potensi berjualan atau berdagang makanan dan jajanan ternyata tidak hanya terbuka di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah perkampungan. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa jualanan jajanan di daerah perkotaan memang terlihat lebih menjanjikan karena peluang perputaran roda ekonomi yang lebih cepat.

Jika kamu sedang mencari jualan yang laku di kampung, kamu bisa merintis usaha kecil dengan ide jualan jajanan rumahan yang modalnya tidak terlalu besar, serta bisa dikerjakan sendiri dari rumah.

Ide Jualan yang Laku di Kampung

Ikuti penjelasan lebih lanjut untuk ide jualan yang punya potensi di area kampung berikut ini. 

1. Seblak

Seblak

Diawali dengan seblak, jajanan satu ini sangat populer dan banyak disukai sebagian kaum wanita. Ini bisa jadi ide buat kamu yang sedang mencari jualan apa yang laku di kampung.

Jajanan yang satu ini berasal dari daerah Jawa Barat, terkenal dengan rasanya yang pedas dengan campuran kerupuk dan bahan lain seperti bakso, ceker ayam, mie bihun hingga sayur mayur.

Campuran bahan-bahan tersebut direbus/tumis dengan bumbu yang khas dengan kencurnya juga pedas cabai segar. 

Untuk menjual jajanan seblak, kamu tentu perlu modal berupa alat masak sehari-hari. Jangan lupa perhatikan kebersihan dan higienitas seluruh alat masak, lingkungan memasak dan berjualan juga kualitas bahan yang kamu gunakan. 

Modal dalam bentuk bahan yang kamu perlukan adalah sebagai berikut, beserta perkiraan totalnya dalam rupiah:

Bahan bumbu: 

  • Bawang putih 1 ons : 5 000 IDR
  • Bawang merah 1 ons : 10 000 IDR
  • Kencur 1 ons : 5 000 IDR
  • Cabai keriting 1 ons : 10 000 IDR

Total biaya bumbu: 30 000 IDR

Bahan isian:

  • Kerupuk seblak mentah : 30 000 IDR (-/+ 500gr)
  • Mie telur : 15 000 IDR (-/+250 gr)
  • Bakso (ayam/ikan/aci sesuai selera) : 30 000 IDR (-/+ 500 gr)
  • Makaroni mentah : 15 000 IDR (+/ 250 gr)
  • Ceker ayam : 15 000 IDR (+/- 250 gr)

Total biaya isian seblak: 105 000 IDR

Bahan wadah:

  • Mika plastik Go Green (bahan oxium) : @ 1500 IDR (50 buah)

Total biaya wadah : 75 000 IDR

Dengan ilustrasi total modal awal 210 000 IDR, kamu bisa mulai berjualan seblak dari rumah dengan nilai jual yang berbeda : bumbu yang lebih kaya, wadah ramah lingkungan dan kualitas serta kebersihan yang terjaga.

Umumnya, seblak dijual dengan harga mulai dari 5 000 – 15 000 IDR. Jika kamu menjual minimal 40 porsi dengan harga 10 000 IDR per porsi isian lengkap sehari, kamu bisa mendapatkan omset kurang lebih 400 000 per hari.  

Untuk menghitung keuntungan bersih, kamu perlu mengurangi omset tersebut dengan modal awal, dan modal lain berupa gas dan minyak, listrik juga kuota internet yang digunakan untuk berjualan, jika kamu ingin mencoba berjualan secara online via whatsapp misalnya. 

Kamu juga bisa membuat pilihan varian isian seblak dengan harga yang berbeda setiap porsinya. 

Baca juga: 10 Ide Jualan Makanan Pedas dengan Prospek Menjanjikan

2. Roti Bakar

Untuk kamu yang masih bingung jualan apa yang laku di kampung, roti bakar adalah salah satu jajanan ekonomis yang laku di kampung juga perkotaan.

Camilan ini bertahan lama di dunia jajanan Indonesia. Seperti halnya dengan seblak, kamu bisa coba berjualan dari rumah saja. Pastikan bahwa setidaknya kamu punya alat masak yang bersih dan berfungsi dengan baik untuk memanggang roti. 

Supaya bisa lebih menarik, kamu bisa mencoba ide-ide isian roti bakar yang belum ada. Contohnya, membuat isian roti bakar coklat milo, milo keju, roti bakar coklat oreo, strawberry oreo, sarikaya. 

Selain itu, kamu bisa menjajal roti bakar isian ala korea yang mencampurkan sayuran seperti kubis, mayonnaise, wortel, dengan telur dadar. Sebagai ganti mentega, biasanya orang Korea menggunakan selai buah dengan rasa manis asam seperti strawberry, nanas atau blueberry sehingga roti bakarnya punya rasa yang kaya. 

Dengan anggapan kamu punya kulkas, gas, juga peralatan masak, kamu perlu mengeluarkan biaya untuk bahan di bawah ini:

Bahan roti dan varian isian:

  • Roti tawar isi 20 helai @15 000 IDR 3pak : 45 000 IDR
  • Selai buah Softfill 3 rasa, selai coklat Tulip 250 gr @15 000 IDR
  • Keju Meg 255gr @15 000 IDR 2 pak : 30 000 IDR
  • Mentega 500 gr : 20 000 IDR
  • Telur 1 kg : 30 000 IDR
  • Kertas roti 7 lembar @ 2000 IDR : 14 000 IDR

Total biaya bahan : 199 000 IDR

Dengan modal awal di atas, kamu bisa membuat varian roti bakar manis dan asin, juga versi korea (campuran manis dan asin) seperti yang disebutkan di atas.

Jika harga jual rata-rata adalah 5 000 per porsi, dengan target penjualan 60 porsi/ hari, maka perhitungan keuntungan kotor yang kamu dapat adalah sebagai berikut:

(5000 x 60= 300 000 IDR) – 199 000 = 101 000 IDR

Kamu bisa berjualan di waktu-waktu makan atau jajan, seperti pagi hari untuk sarapan dan sore hari sebagai taktik mendatangkan pembeli. 

Baca juga: Perincian Modal Usaha Roti Bakar dan Keuntungannya

3. Pisang Coklat Lumer

Jajanan yang satu ini juga sudah tidak asing lagi. Rasa manis, dengan tekstur lembut dari pisang berbalut coklat dan garing dari kulit lumpia yang digoreng bisa membuat suasana sore hari lebih ceria.

Berjualan piscok lumer yang enak bisa jadi ide cemerlang jualan yang laku di kampung. Kunci biar laris ada di rasa dan kehigenisannya.

Cocok disajikan dengan teh, coklat maupun kopi panas dan dingin, cemilan ini digandrungi anak-anak hingga orang dewasa. Harga jual perpotongnya bisa mencapai 2 500 IDR. 

Untuk membuat jajanan pisang coklat lumer yang unik, kamu bisa mencoba mengganti coklat meses dengan coklat blok berbagai rasa. Berikut ini ilustrasi modalnya:

Bahan pisang coklat lumer:

  • Pisang uli 3 sisir @20 000 IDR : 60 000 IDR
  • Coklat blok merk L’Agie 250 gr 2 rasa : 42 000 IDR
  • Keju batangan 500 gr : 25 500 IDR
  • Kulit lumpia untuk piscok 200 lembar : 52 000 IDR
  • Minyak goreng 2 L : 35 000 IDR

Total biaya bahan baku : 214 500 IDR

Jika Anda menjual pisang coklat lumer ini seharga 1500 IDR per potong dengan target 200 potong per hari, maka perhitungan omset atau keuntungan kotornya adalah:

(1500 IDR x 200) – 214 500 IDR=85 500 IDR.

Keuntungan harian tersebut dengan asumsi penjualan 200 potong piscok lumer per hari cukup menguntungkan.

Jika memang kondisi perkampungan tempat berjualan memiliki daya beli jajanan dengan harga di atas 1500 IDR per potong, maka kamu bisa menentukan harga lebih tinggi dari estimasi ini untuk mendapatkan omset yang lebih besar pula.  

4. Cilok dan Cimol

Selain, Seblak, Cilok dan cimol adalah jajanan tradisional lain yang berasal dari Jawa Barat. Keduanya terkenal sebagai produk jualan jajanan yang laku di kampung maupun perkotaan.

Perbedaan cilok dan cimol adalah pada proses memasaknya. Cilok dimasak dengan cara direbus, sementara cimol dimasak dengan cara digoreng. 

Mengingat bahannya yang tidak jauh berbeda, kamu bisa menjual sekaligus cilok dan cimol. Buat sedikit berbeda dengan campuran tepung sagu/tapioka dan tepung beras. 

Untuk membuat cilok dan cimol, kamu butuh bahan dengan estimasi harga berikut ini:

  • Tepung sagu/ tapioka 500 gr : 20 000 IDR
  • Tepung beras 100 gr :  7 000 IDR
  • Garam dan gula : 15 000 IDR
  • Penyedap rasa maseko : 20 000 IDR
  • Bawang putih :  5 000 IDR
  • Abon : 20 000 IDR
  • Telur ½ kg : 15 000 IDR
  • Sayuran (wortel, kentang, tahu) : 15 000 IDR
  • Bumbu Kacang : 15 000 IDR
  • Bubuk nori 50 gr :  42 500 IDR

Total biaya bahan baku : 159 500 IDR

Supaya lebih unik, kamu bisa mencoba isian cilok dengan varian abon, tumisan ayam dan sayuran, atau orak-arik telur dan sayur. Selain itu sausnya juga dapat dibuat variasi saus kacang pedas atau saus asam manis untuk memberi sensasi ras berbeda. 

Sementara untuk cimol, kamu perlu perhatikan cara menggorengnya agar renyah, dan bumbu tabur. Tidak ada salahnya berinovasi menggunakan bumbu tabur nori, atau panir bawang yang gurih. 

Dengan modal di atas, targetkan penjualan per bungkus seharga 3 000 IDR, dengan target sebanyak 100 porsi per hari. Dengan ilustrasi tersebut, maka kamu bisa mendapatkan keuntungan kotor sebanyak:

(3000 x 100 porsi) – 159 500 IDR = 140 500 IDR.

Jika konsisten menjual 100 porsi (gabungan antara cilok dan cimol) maka keuntungan harian di atas cukup gurih untuk dicoba.

5. Leker Renyah Aneka Isian

Jajanan jadul ini juga bisa jadi ide jualan yang laku di kampung! Mirip dengan martabak, dan juga crepes, leker juga biasa dikenal dengan tipker karena ukurannya yang tipis dan teksturnya yang kering, garing, renyah ketika digigit.

Umumnya leker atau tipker ini berisi salah satu dari meses, kacang, susu kental manis, atau campuran ketiganya.

Nah, untuk nuansa kekinian yang lebih segar, kamu bisa mencoba variasi rasa dengan menambahkan varian selai buah, bubuk matcha, taburan bubuk oreo, choco chips atau regal, bubuk taro atau susu bubuk dancow dan milo dengan kacang. 

Apa saja dan berapa biaya untuk bahan utama leker? Berikut ini adalah bahan utama leker atau tipker  tanpa tepung terigu.

  • Tepung maizena 500 gr : 15 000 IDR
  • Tepung Beras 1 kg : 20 000 IDR
  • Gula 1/4 kg : 15 000 IDR
  • Garam, baking soda : 10 000 IDR
  • Telur ½ kg : 15 000 IDR
  • Susu cair 1 liter : 20 000 IDR

Bahan memasak leker:

  • Mentega 250 gr : 20 000 IDR

Total biaya bahan utama leker : 115 000 IDR

Bahan isian:

  • Selai buah dan coklat 250 gr @15 000 IDR : 30 000 IDR
  • Bubuk oreo 200 gr : 15 000 IDR
  • Biskuit regal 230 gr : 18 000 IDR
  • Dancow sachet 1 renteng isi 10 : 35 000 IDR
  • Kacang tanah ¼ kg (dicincang kasar, sangrai) : 10 000 IDR

Total biaya pilihan isian leker : 108 000 IDR

Jika bahan utama dapat menghasilkan 200 helai kue leker yang dimasak di atas teflon, asumsikan harga jual per helai 1 500 IDR, maka keuntungan kotor yang bisa kamu peroleh adalah 185 000 IDR. 

Untuk masing-masing pilihan isian kamu bisa menyesuaikan biayanya sehingga potensi perolehan keuntungan dalam sehari bisa lebih tinggi. 

6. Usaha Sempol Ayam

Sempolan

Selain ide jualan diatas, sempol ayam juga menjadi panganan yang cukup populer saat ini. Panganan berbentuk mirip sate ini cukup digemari banyak kalangan, terutama mereka yang suka ngemil.

Sempolan ini bisa jadi opsi jualan yang laku di kampung, karena selain enak, harga camilan ini juga cukup terjangkau. 

Tak jauh berbeda dengan telur gulung, usaha sempol ayam juga memiliki pangsa pasar luas sehingga berjualan sempolan ini bisa jadi pilihan usaha modal kecil yang menjanjikan.

Untuk memulai bisnis ini, gambaran modal yang dibutuhkan adalah:

  • 1 kilogram daging ayam = Rp 40.000
  • 2 kilogram tepung terigu = Rp 15.000
  • Tusuk sate = Rp 15.000
  • Saus dan kecap = Rp 20.000
  • Plastik = Rp 5.000

Total modal yang dibutuhkan untuk memulai jualan sempol ayam adalah Rp 95.000. Dengan bahan di atas, kamu bisa membuat sempol ayam hingga 150 buah.

Asumsi per tusuk sempol ayam dijual dengan harga Rp 1.500, berarti keuntungan yang didapatkan adalah:

  • (Rp 1.500 x 150) – Rp 95.000 = Rp 130.000

Jika asumsi satu hari kamu berhasil menjual sempol ayam sebanyak 100 buah, maka keuntungan kotor yang didapatkan sekitar Rp 130.000. Cukup lumayan, bukan?

Dengan ide jualan makanan di atas, kamu tidak perlu mereka-reka lagi jualan apa yang laku di kampung.

Cukup cek apakah pasar yang kamu tuju ada di perkampungan tempat kamu ingin berjualan. Selain itu, perhatikan juga kebiasaan makan atau ngemil di sana supaya kamu bisa menentukan ide mana yang kiranya akan cocok dengan kebiasaan tersebut.

Selamat mencoba!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like