7 Contoh dan Cara Mengantisipasi Risiko Usaha

Cara Mengantisipasi Risiko Usaha
Informasi cara mengantisipasi risiko usaha bagi pemula. Semua cara-cara yang dibahas di sini tergolong mudah diaplikasikan oleh setiap pelaku usaha.

Thecronutproject.com – Apapun jenis usahanya, risiko kegagalan dan kerugian akan selalu ada. Meski begitu, setiap bisnis pasti selalu ada cara mengantisipasi risiko usaha agar tidak mengalami kerugian maupun kegagalan.

Di sini kami akan coba paparkan apa saja contoh resiko usaha dan cara mengatasinya. Bagi Anda yang ingin memulai usaha, pastikan untuk menyimak artikel ini hingga selesai.

Cara Mengantisipasi Risiko Usaha

Tanpa berlama-lama lagi, berikut penyebab dan cara mengantisipasi risiko usaha.

1. Gagal Dalam Berkomunikasi

Komunikasi merupakan salah satu kunci sukses suatu usaha. Komunikasi yang kami maksud di sini meliputi cara untuk berinteraksi, komunikasi dalam mengenalkan brand, dan nilai-nilai yang dimiliki suatu produk maupun jasa.

Masih banyak perusahaan yang bingung bagaimana cara mengkomunikasikan brand-nya. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang gagal diakibatkan oleh hal tersebut.

Solusi:

Mulailah mempelajari bagaimana berkomunikasi dalam ranah bisnis. Contoh, jika Anda sering berpromosi menggunakan Bahasa Inggris, maka hentikanlah dan mulai menggunakan bahasa Indonesia.

Contoh lainnya yaitu menjelaskan keunggulan dan keuntungan produk maupun jasa secara singkat dan padat. Hindarilah penjelasan yang panjang dan membingungkan.

Baca juga: 10 Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha

2. Tidak Memiliki Rencana Cadangan

Perencanaan dalam usaha meliputi penilaian prospek suatu bisnis, melakukan evaluasi, hingga perencanaan alokasi modal atau keuangan.

Namun, ketika bisnis sudah mulai dijalankan, terkadang rencana hanya tinggal rencana saja. Banyak pelaku usaha yang gagal di awal karena bisnisnya tidak berjalan sesuai rencana.

Solusi:

Jangan terjebak dalam satu business plan saja. Pastikan Anda punya dua atau lebih perencanaan bisnis sebagai cara mengatasi resiko dalam perusahaan.

Buatlah perencanaan sebelum memulai usaha. Kemudian buat juga rencana cadangan jika rencana awal tidak berjalan dengan baik agar usaha Anda bisa bertahan.

3. Tidak Membuat Rencana Manajemen Risiko

Kegagalan di awal usaha juga bisa dikarenakan tidak adanya manajemen risiko untuk penanggulangan kerugian.

Kenapa perencanaan manajemen risiko penting? Pasalnya, ada beberapa produk yang cukup berisiko, contohnya seperti menjual roti yang masa kadaluarsanya tergolong singkat.

Solusi:

Buatlah perencanaan manajemen risiko kerugian secara terpisah dari rencana usaha. 

Cantumkan juga perencanaan manajemen risiko kerugian meliputi prosedur dan juga cara-cara mengatasinya. Buatlah secara detail yang sudah melalui survey.

Contohnya, jika Anda menjual barang yang mudah rusak saat pengiriman, maka Anda harus meminimalkan risiko kerusakannya. Dengan begitu, proses mengirimkan barang akan lebih aman .

4. Tidak Memiliki Perencanaan Keuangan

Perencanaan bisnis tidak hanya sekedar planning untuk memulai dan mengembangkan usaha saja. Perencanaan keuangan juga merupakan salah satu hal yang tergolong vital dalam memulai dan menjalankan usaha.

Kesalahan umum yang sering terjadi yaitu kurang pemahaman akan arus kas dan juga tidak paham akan akuntansi dasar.

Solusi:

Ada cara sederhana untuk mengatasi permasalahan tersebut. Caranya yaitu dengan memisahkan rekening bisnis dengan rekening pribadi. Cara mengantisipasi risiko usaha ini akan memudahkan Anda untuk mengontrol keuangan.

Kemudian mulailah belajar akuntansi dasar. Jangan lupa juga untuk membuat pembukuan agar tahu kondisi keuangan dalam bisnis yang sedang dijalankan.

 6. Tidak Melakukan Survey

Kesalahan pemula yang baru memulai usaha adalah malas melakukan survey. Yang kami maksud survey di sini yaitu meliputi survey pasar hingga kompetitor.

Ketidaktahuan akan pasar dan kompetitor akan membuat pelaku usaha kebingungan. Contohnya dalam menentukan harga, menentukan jenis produk atau layanan yang banyak dibutuhkan, dan sebagainya.

Solusi:

Sebelum memulai bisnis, lakukanlah survei secara mendetail. Survei yang dilakukan harus meliputi produk atau jasa, hingga harga jual. Anda bisa melakukan survei dari kompetitor Anda.

Tujuannya yaitu agar Anda bisa menetapkan harga dan mengetahui produk yang memiliki prospek bisnis bagus. Dengan begitu, Anda bisa menetapkan harga yang kompetitif dan menawarkan produk atau layanan yang sedang hits.

Baca juga: Kegagalan Pasar: Pengertian dan Penyebab Kegagalan Pasar

7. Tidak Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Pelanggan

Selain mengkomunikasikan brand, Anda juga wajib menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan. Namun sayangnya, masih banyak pelaku usaha pemula yang tidak memperhatikan aspek ini.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah sibuk mencari pelanggan baru dan mengabaikan pelanggan lama.

Hal tersebut menyebabkan pelaku usaha sibuk berkomunikasi dengan pelanggan baru dan mengabaikan pelanggan lama.

Solusi:

Fokus pada pelanggan baru bukanlah suatu kesalahan. Namun, terlalu fokus pada pelanggan baru dan mengabaikan pelanggan lama adalah hal yang fatal. Maka dari itu, jalinlah komunikasi dengan semua customer maupun calon customer.

Namun, jangan terlalu intens berkomunikasi dengan pelanggan, khususnya saat berpromosi. Lakukan sewajarnya saja agar customer maupun calon customer tidak merasa bosan dengan penawaran Anda.

Kesimpulan

Dari penjelasan macam-macam resiko usaha dan cara mengatasinya di atas, sedikit banyaknya kini Anda tahu cara memulai mengembangkan usaha. 

Kesimpulannya, jangan takut oleh risiko usaha karena setiap risiko ada cara mengatasinya.

Demikian informasi seputar cara mengantisipasi risiko usaha bagi Anda yang baru memulai. Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah di atas agar terhindar dari kerugian. Selamat mencoba.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like