Cara Membuat Brand Makanan

Thecronutproject.com – Ketika memulai bisnis makanan, ada satu hal yang kerap terlupakan meskipun sebenarnya sangat penting, menentukan brand produk. Merk atau brand merupakan representasi dari sebuah produk.

Oleh karena itu, brand tidak bisa dibuat seenaknya. Lalu, bagaimana cara membuat brand makanan yang bisa menarik konsumen?

Pentingnya Sebuah Brand pada Produk Makanan

Keberadaan sebuah brand pada produk makanan bisa memberikan pengaruh terhadap penjualan produk tersebut dibandingkan dengan produk makanan tanpa merk.

Dengan adanya brand, sebuah makanan lebih mudah dikenali oleh konsumen, sehingga konsumen tidak merasa kesulitan jika ingin membeli kembali makanan tersebut.

Tanpa adanya brand, pengusaha tidak bisa menanamkan kesan mendalam mengenai produk makanannya kepada konsumen. Alhasil, produk tersebut hanya lewat saja tanpa ada kesan mendalam.

Hal tersebut tentu tidak akan terjadi jika produk makanan memiliki brand. Terlebih jika brand makanan bisa memberikan kesan mendalam di dalam benak konsumen. Oleh karena itu, pemberian nama pada makanan menjadi hal yang tidak bisa diremehkan.

Cara Membuat Brand Makanan yang Ear Catching

Brand pada produk makanan bisa memberikan pengaruh yang besar. Maka dari itu, pemberian brand tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena nama tersebut akan mewakili produk dan diingat terus-menerus oleh konsumen.

Bagi pengusaha bisnis kuliner yang tengah menentukan brand bagi produk makanannya, berikut ini adalah cara membuat brand makanan yang mudah diingat konsumen:

1. Kenali Produk Makanan yang akan Dipasarkan

Sebelum membuat brand yang tepat, pengusaha harus memahami dan mengenali terlebih dahulu tentang produk makanan yang akan dipasarkan.

Seperti yang diketahui, brand adalah representasi dari produk makanan, jadi tanpa mengenali seperti apa makanan yang dipasarkan, pengusaha tidak akan bisa membuat brand yang tepat.

2. Amati dan Riset Brand-Brand Produk Makanan yang Serupa

Tahap selanjutnya dalam pembuatan brand yang mudah diingat adalah melakukan riset terhadap brand kompetitor. Tulis dan amati brand-brand yang dimiliki oleh kompetitor.

Setelah berhasil membuat daftar brand dari beberapa produk, pengusaha bisa mulai melakukan analisis terhadap brand-brand  tersebut.

Pengusaha bisa mencari tahu hubungan nama brand dan desain kemasan terhadap tingkat penjualan suatu produk di pasar. Dengan begitu, pengusaha bisa mengetahui bagaimana tanggapan konsumen akan suatu brand makanan, dan juga selera konsumen akan sebuah “nama”.

3. Menentukan Nama Brand Produk Makanan

Jika pengusaha telah mengenali dengan baik produk yang dipasarkan dan juga telah melakukan riset tentang brand-brand produk lain, yang harus dilakukan selanjutnya adalah penentuan nama brand.

Pilih nama brand yang unik, bisa tersusun atas kata yang belum pernah didengar, ataupun juga kata yang sering diucapkan oleh konsumen. Pastikan nama brand tersebut mudah diingat.

Ketika memilih nama brand, selain mudah diingat, sebaiknya pengusaha menghindari nama yang terlalu panjang. Nama brand makanan maksimal terdiri dari kata. Semakin sedikit kata yang dipakai maka semakin mudah brand tersebut diingat konsumen.

4. Buat Slogan dan Logo Brand Produk

Brand produk makanan dikatakan lengkap saat pengusaha membuat slogan dan juga logo untuk brand tersebut. Pilih slogan yang sesuai dengan visi dan misi brand, namun tetap terdengar catchy.

Tidak hanya slogan, logo yang dipilih pun juga harus sesuai dengan visi dan misi brand. Pengusaha bisa meminta bantuan pada desainer jika tidak mampu membuat logo sendiri.

Selain nama brand, logo juga membantu konsumen mengenali produk makanan, jadi pastikan bahwa logo produk mudah diingat, unik, dan terukur.

Brand merupakan bagian yang sangat penting pada sebuah produk makanan. Maka dari itu, pembuatan brand harus dilakukan secara teliti. Dengan mengaplikasikan cara membuat brand makanan, pengusaha bisa menghasilkan brand produk yang sesuai dan tentunya laris di pasaran.

Tinggalkan komentar