Bitcoin Anjlok ke Harga Terendah selama 10 Tahun Terakhir

harga bitocin menurun
Mei 2021 menjadi bulan sangat berat bagi para investor kripto. Tak hanya bitcoin, akan tetapi aset lain seperti polkadot, XRP, dan binance coin juga anjlok tajam pada bulan ini.

Thecronutproject.com – Para investor secara bersamaan melepas mata uang kripto miliknya pada bulan Mei ini mengakibatkan terjadinya penurunan harga bitcoin paling buruk selama hampir 10 tahun terakhir periode secara bulanan.

Mengutip laman CNN Business, harga bitcoin anjlok 8% pada perdagangan hari Jumat (28/5). Secara akumulasi bulanan di bulan Mei ini koin telah minus 36 persen, terburuk sejak bulan September 2011.

Setelah menyentuh di harga US$64 ribu dan mencatatkan rekor tertinggi (all-time high) bitcoin di bulan April lalu, secara beruntun banyak berita buruk terus menggerus harga kripto bitcoin sampai akhir Mei.

Baca juga: Ini Dia Daftar Mata Uang Kripto Terpopuler 2021

Awalnya, Pendiri Tesla Elon Musk melalui akun Twitternya menjelaskan tidak lagi menerima transaksi jual beli mobil Tesla memakai bitcoin. Alasannya karena dirinya khawatir penambangan uang kripto bisa berdampak buruk pada lingkungan.

Meski Musk mulai agak melunak setelah bertemu pendiri MycroStrategy Muchael Saylor, akan tetapi kabar buruk juga berasal dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China.

Seperti diketahui, pemerintahan Xi Jinping juga melarang lembaga keuangan yang ada di negaranya ikut melayani transaksi cryptocurrency.

Disisi lain, pemerintahan Presiden AS Joe Biden ikut mengumumkan pengetatan pelaporan terkait transaksi aset kripto. Pihak Kementerian Keuangan AS menjelaskan bakal memberlakukan pajak yang berat terhadap transaksi bitcoin.

Mei 2021 menjadi bulan sangat berat bagi para investor kripto. Tak hanya bitcoin, akan tetapi aset lain seperti polkadot, XRP, dan binance coin juga anjlok tajam pada bulan ini.

Sedangkan ethereum, koin nomor dua yang terbesar sesudah bitcoin, yang merupakan tulang punggung bagi aset kripto hanya terjadi koreksi sebesar 6%.

Koin lain yang disebut-sebut sebagai koin stabil semisal USD coin dan tether sudah terbukti tidak begitu mengecewakan dengan kinerja relatif datar selama bulan Mei ini.

“Mudah jika menjadi investor kripto, akan tetapi sangat sulit sebagai seorang trader kripto. Volatilitas sangatlah tinggi dan dapat menghancurkan dengan begitu mudah,” ujar CEO Blockchain.com, Peter Smith.

Naik turun di dalam aset kripto tentu bukanlah hal baru, harga bitcoin terjun bebas yang mulanya US$20 ribu per koin di 2017, menjadi US$3.500 setiap koin di tahun 2019.

Sebelum itu, tahun 2011, bitcoin juga sempat hancur-hancuran dari bulan Agustus hingga Oktober 2011, pada saat itu harga bitoin pernah bernilai sebesar US$2 per keping.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like