Cara Memulai Bisnis Kuliner

Thecronutproject.com – Bisnis kuliner kini tengah meroket dan ada banyak pengusaha baru yang mulai meliriknya. Hal ini bisa dilihat dari semakin menjamurnya berbagai jenis usaha makanan dan minuman.

Bagi, pengusaha baru yang belum pernah terjun ke dunia kuliner, bisnis ini mungkin terasa asing. Nah, untuk itulah pengusaha perlu mengetahui bagaimana cara memulai bisnis kuliner.

Diantara banyaknya jenis usaha yang ada, bisnis kuliner memberikan janji kesuksesan yang menggiurkan. Oleh karena itu, bisnis kuliner tidak pernah padam bahkan kian berkembang. Namun, tidak semua pengusaha bisa meraih sukses lewat bisnis ini.

Pengusaha perlu memahami cara memulai bisnis kuliner yang tepat agar usaha yang dirintis berjalan mulus. Lalu, setelah itu barulah pengusaha bisa mulai mengembangkan bisnis kulinernya.

Berikut ini merupakan langkah-langkah yang perlu diambil dalam merintis usaha di bidang kuliner:

Peluang Bisnis Kuliner

Sebelum membahas cara memulai bisnis kuliner, pengusaha perlu mengetahui sejauh mana peluang bisnis kuliner di pasar. Ini dilakukan agar pengusaha bisa memutuskan bahwa bisnis kuliner benar-benar bisa menuntun pada kesuksesan.

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Tanpa makan dan minum, tubuh tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas. Maka dari itu, manusia tidak akan pernah lepas dari makanan atau minuman.

Melihat tingginya kebutuhan akan makanan, peluang bisnis kuliner pun terbuka. Tidak hanya itu, peluang ini semakin besar melihat kesibukan masyarakat sehingga seringkali tidak mampu memasak makanannya sendiri. Alternatifnya, banyak orang lebih memilih membeli makanan.

Akhirnya, permintaan terhadap berbagai makanan pun semakin tinggi, sehingga peluang untuk merintis usaha kuliner semakin besar. Bisa dikatakan bahwa diantara semua jenis bisnis yang ada, bisnis kuliner memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

Bisnis kuliner sendiri ada yang bisa berupa kuliner rumahan, dimana pengusaha memproduksi makanan di rumah atau bisnis kuliner skala besar.

Masing-masing bisnis kuliner tersebut berpeluang untuk meraup untung bergantung pada bagaimana pengusaha menjalankan bisnisnya.

Cara Memulai Bisnis Kuliner

Memulai bisnis

Bisnis kuliner tidak hanya memiliki pasar yang besar dengan peluang keberhasilan yang tinggi, melainkan menghadirkan persaingan yang ketat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pengusaha yang merambah bidang ini.

Untuk bisa bertahan pengusaha harus memiliki pondasi yang kokoh sedari awal perintisan usaha makanan atau minuman. Bagi, pengusaha yang hendak memulai bisnis kuliner, berikut cara memulai bisnis kuliner agar mampu bersaing dengan kompetitor lain:

1. Mempersiapkan Modal

Langkah pertama dalam memulai bisnis kuliner adalah dengan mempersiapkan modal. Tanpa adanya modal, tidak ada bisnis yang bisa dimulai. Ada dua cara memulai bisnis berdasarkan modal yang ada. Yang pertama yakni menyesuaikan modal dengan bisnis.

Pengusaha harus mengetahui berapa jumlah data yang dimiliki untuk memulai bisnis. Dari dana yang tersedia tadi barulah pengusaha bisa menentukan bisnis makanan atau minuman apa yang bisa dibuat.

Cara yang kedua adalah menentukan jenis bisnis terlebih dahulu baru mencari modal untuk memulai bisnis. Jika bisnis sudah ditentukan namun modal tidak mencukupi, pengusaha bisa mendapatkan modal melalui pinjaman.

Jika berniat mencari pinjaman, pastikan lembaga penyedia pinjaman telah terdaftar pada OJK, aman, dan juga terpercaya.

2. Melakukan Riset Pasar

Tahap selanjutnya dalam cara memulai bisnis kuliner adalah melakukan riset pasar untuk memahami kondisi pasar yang dituju. Melalui riset, pengusaha bisa mengetahui apa saja yang tengah populer di kalangan masyarakat atau konsumen.

Selain itu, dengan riset pasar pengusaha juga bisa menentukan target pasar yang tepat untuk bisnis kuliner yang akan dibuat. Berapa jumlah saingan dan kondisi persaingan serta risiko yang mungkin akan ditanggung juga merupakan bagian dari hasil riset pasar yang dilakukan.

Disamping itu, dari hasil riset pasar pengusaha juga bisa mempertimbangkan harga jual yang pantas dan dapat diterima oleh konsumen.

3. Menentukan Target Pasar

Jika riset pasar telah dilakukan, pengusaha bisa melihat dengan jelas mana segmentasi pasar yang tepat untuk dijadikan target pasar. Pengusaha juga perlu memahami target pasar, sehingga bisnis yang akan dibuat akan ramai dikunjungi konsumen.

Untuk lebih memahami target pasar, pengusaha bisa membuat perkiraan tentang siapa saja yang membutuhkan produk dari pengusaha. Selain itu, pengusaha juga bisa mengetahui lebih lanjut mengenai target dari kompetitor.

Apabila ingin mengetahui dengan baik kondisi target, pengusaha bisa menanyai secara langsung calon konsumen potensial. Dengan begitu, pengusaha bisa secara langsung mengetahui apa yang diinginkan oleh pasar.

Untuk memahami target pasar, pengusaha juga bisa membuat buyer persona yang merupakan gambaran konsumen ideal berdasar informasi yang dikumpulkan. Melalui buyer persona ini, pengusaha bisa membuat dan mengembangkan produk yang akan dijual.

4. Pilih Lokasi Yang Strategis

Cara memulai bisnis kuliner selanjutnya adalah memilih lokasi tempat berjualan. Pemilihan lokasi ini juga merupakan bagian yang penting dalam upaya mendirikan sebuah bisnis kuliner.

Agar bisnis yang dijalankan bisa berjalan lancar, pengusaha harus bisa memilih lokasi strategis yang sesuai dengan target pasar.

Ketika memilih lokasi untuk mendirikan bisnis, pengusaha juga perlu mempertimbangkan keberadaan kompetitor. Selain itu pastikan lokasi tempat berjualan ramai dikunjungi dan mudah diakses.

Ukuran lokasi juga perlu dipertimbangkan karena berkaitan dengan model bisnis pengusaha.

5. Buat Rencana Anggaran

Saat akan memulai sebuah bisnis kuliner, pengusaha perlu membuat rencana anggaran. Hal ini merupakan poin penting dalam perintisan sebuah usaha.

Tanpa adanya rencana anggaran, aliran dana dari modal tidak jelas, dan perusahaan bisa terancam gulung tikar.

Jika jenis usaha yang akan dibuat memiliki skala yang besar, pengusaha bisa memilih untuk menyewa akuntan agar rencana anggaran lebih jelas. Namun, apabila ukuran perusahaan yang akan dibuat tidak besar bahkan cenderung kecil, sebaiknya rencana anggaran disusun secara mandiri.

Pada dasarnya, rencana anggaran berisi tentang pengeluaran bisnis kuliner yang akan dijalankan. Buat secara terperinci apa saja yang dibutuhkan agar bisnis bisa berjalan lancar.

Usahakan pengeluaran tidak melebihi 68% uang perusahaan atau modal. Ini dilakukan agar dana perusahaan tetap sehat.

Baca juga: Tips mengatasi omset menurun

6. Lakukan Inovasi Menu

Penentuan menu merupakan bagian yang sangat penting dalam usaha kuliner. Adanya menu membuat konsumen tidak ragu dan bingung ketika memilih jenis makanan yang diinginkan.

Dengan adanya menu, konsumen juga bisa mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli makanan yang diinginkan.

Ketika menentukan menu yang akan dibuat, pengusaha harus mempertimbangkan menu yang dibuat dengan jenis usaha.

Sebaiknya hindari menu yang tidak sesuai dengan jenis bisnis, misalnya bisnis yang dijalankan adalah kuliner tradisional, maka sebaiknya hindari makanan internasional seperti pizza atau hamburger pada menu.

Selain kesesuaian menu dengan jenis usaha, pengusaha juga sebaiknya melakukan beberapa inovasi pada menu agar jenis makanan yang disajikan tidak membosankan dan berbeda dengan kompetitor.

Ketika menu berhasil disusun, mintalah penilaian pada orang lain mengenai makanan yang ada pada menu.

Dengan begitu, pengusaha bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan bisnis kuliner yang akan dijalankan.

7. Pilih Pemasok Bahan Baku Yang Tepat dan Tetap

Tahapan selanjutnya pada cara memulai bisnis kuliner adalah mencari dan memilih pemasok tetap. Demi kelancaran proses produksi, pengusaha lebih baik menentukan pemasok yang tetap.

Dengan menggunakan pemasok bahan baku yang tetap, pengusaha bisa mempertahankan cita rasa makanan yang dibuat. Selain itu, pengusaha juga bisa memperoleh potongan harga atau harga yang lebih murah ketika terus-menerus menggunakan pemasok yang sama.

Tidak hanya itu, jika pengusaha sebisa mungkin tidak mengganti pemasok bahan baku, maka saat bahan baku langka, perusahaan pun akan diprioritaskan karena merupakan pelanggan.

8. Cari Sumber Daya Manusia Yang Sesuai

Sebuah bisnis tidak akan bisa berjalan tanpa adanya sumber daya manusia. Oleh karena itu, ketika akan memulai bisnis kuliner, pengusaha perlu mencari sumber daya manusia yang bisa membantu untuk menjalankan bisnis.

Biasanya dalam bisnis kuliner, SDM yang dibutuhkan antara lain waiters, kasir, koki atau pemasak, bagian belanja dan bagian bersih-bersih. Namun, jika ukuran bisnis kuliner tidak besar atau cenderung kecil, maka biasanya pengusaha membutuhkan satu asisten.

Saat memilih SDM untuk masing-masing bagian, pastikan bahwa karakteristik, dan keahlian calon pekerja telah sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Dengan begitu, SDM akan bekerja lebih efektif.

9. Menentukan Strategi Pemasaran dan Promosi

Semua pengusaha kuliner tentu ingin agar usahanya dikenal dan diketahui oleh masyarakat luas. Salah satu cara mengenalkan produk pada pasar adalah dengan melakukan promosi produk.

Agar promosi berlangsung dengan baik, pengusaha perlu merumuskan strategi pemasaran yang tepat.

Diantara berbagai jenis promosi yang ada, promosi melalui “mulut ke mulut” masih menjadi jenis promosi yang banyak dipilih. Pada promosi jenis ini, pengusaha bisa terlebih dahulu menarik perhatian beberapa konsumen, lalu mulai menyebarkan “rumor” mengenai usaha yang dijalankan.

Selain promosi melalui “mulut ke mulut”, pengusaha juga bisa memberikan diskon sebagai salah satu bentuk promosi. Dengan begitu, konsumen akan dengan senang hati datang mencicipi menu yang disediakan.

Pengusaha juga bisa memanfaatkan teknologi dengan melakukan promosi di media sosial atau internet. Di zaman serba teknologi ini, promosi lewat media sosial, terutama Instagram dinilai sebagai langkah terbaik untuk mengenalkan bisnis kuliner pada khalayak banyak.

Baca juga: Cara endorse di Instagram

10. Membuat Izin Usaha

Tahapan selanjutnya dari cara memulai bisnis kuliner adalah membuat perizinan atas usaha yang akan dibuat. Adanya perizinan akan memudahkan pengusaha karena hal tersebut berarti pengusaha telah diakui dan bisnis pun memiliki payung hukum.

Bisnis yang telah mengantongi izin usaha juga terlihat lebih meyakinkan di hadapan konsumen. Selain mengurus perizinan, ada baiknya jika pengusaha juga membuat NPWP untuk bisnis yang dijalankan, dan juga memperoleh sertifikat halal dari MUI.

Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas usaha yang dibuat. Dengan begitu konsumen akan semakin yakin untuk datang ke lokasi bisnis atau restoran.

Mengenai perizinan berusaha bisa cek di oss.go.id

11. Buat Konsep Bisnis Yang Jelas

Meski pengusaha telah memiliki gambaran ide mengenai bisnis kuliner yang akan dibuat, akan lebih baik jika gambaran tersebut dituangkan dalam konsep bisnis yang lebih jelas. Untuk itu, pengusaha bisa membuat business plan atau rencana bisnis.

Melalui rencana bisnis ini, pengusaha bisa membuat gambaran yang lebih jelas dan realistis. Tidak hanya itu, rencana bisnis juga bisa digunakan untuk menarik perhatian investor, sehingga modal untuk membuat usaha kuliner bisa bertambah.

Dalam pembuatan business plan, beberapa hal yang perlu dicantumkan antara lain:

  • Ringkasan yang berisi penjelasan singkat atau ringkasan rencana bisnis
  • Deskripsi Perusahaan. Pada bagian ini pengusaha menuliskan secara lengkap informasi tentang perusahaan seperti nama perusahaan, lokasi, nama pemilik, status izin usaha, brand bisnis kuliner dan lain-lain.
  • Analisis Pasar yang memuat tentang hasil pengamatan mengenai target pasar yang dituju, analisis marketing, dan analisis kompetitor.
  • Menu. Tuliskan menu yang nantinya akan dijual beserta harga jual.
  • Pegawai. Buat struktur organisasi dan juga deskripsi tugas dari masing-masing anggota atau pegawai.
  • Desain Restoran. Pada bagian ini, pengusaha mencantumkan bagaimana desain interior atau eksterior. Jika tidak berniat menggunakan format restoran, pengusaha bisa menggambarkan bagaimana bentuk usaha, dan juga alat-alat yang dibutuhkan.
  • Kilas pasar berisi mengenai penjelasan potensi pasar di lokasi usaha dan juga kompetitor yang mungkin.
  • Strategi Promosi berisi mengenai bagaimana pengusaha mempromosikan bisnisnya dan juga media yang dipakai untuk promosi.
  • Kerja Sama Pihak Ketiga. Untuk bagian ini, pengusaha bisa menuliskan semua pihak yang bekerja sama dengan pengusaha seperti pemasok, tukang service, dan lainnya.
  • Analisis Keuangan merupakan bagian terpenting dalam rencana bisnis. Bagian ini memuat mengenai modal yang dibutuhkan, harga produk, dan lain sebagainya.

12. Menjaga Reputasi Bisnis Kuliner

Jika bisnis kuliner telah dijalankan, pengusaha wajib untuk menjaga reputasi bisnis atau bahkan meningkatkannya. Dalam dunia kuliner, reputasi merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga agar konsumen terus berdatangan.

Menjaga kualitas dan rasa makanan atau minuman merupakan salah satu bentuk menjaga reputasi. Selain itu, pengusaha juga perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen semakin puas.

Reputasi yang baik akan membuat bisnis yang dijalankan bertahan lama. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengusaha untuk menjaga nama baik dari perusahaan yang telah didirikannya.

Beberapa Contoh Bisnis Kuliner yang Potensial

Setelah mengetahui cara memulai bisnis kuliner, tentu pengusaha sudah tidak sabar untuk segera merintis bisnis kuliner impian.

Nah, sebagai referensi ada baiknya jika pengusaha mengetahui jenis makanan atau kuliner apa saja yang pernah populer di kalangan masyarakat. Dengan begitu, pengusaha bisa menentukan bisnis kuliner yang tepat.

1. Ayam Geprek

Ayam geprek
sumber wikipedia.com

Kemunculan ayam geprek memang dapat dibilang belum lama. Akan tetapi, makanan ini langsung dan bahkan masih booming serta menjadi makanan favorit semua kalangan.

Makanan ini menggabungkan dua jenis bahan favorit sebagian masyarakat yakni ayam dan sambal.

Citarasa yang gurih dan pedas membuat ayam geprek seketika menjadi serbuan konsumen. Bahkan, hingga kini ayam geprek masih cukup populer. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya rumah makan yang menyajikan menu ini.

2. Thai Tea

Thai Tea

Satu lagi minuman yang tengah digandrungi masyarakat, thai tea. Minuman yang berasal dari Thailand ini begitu disukai karena rasanya yang manis dan harganya yang terjangkau. Bisnis thai tea adalah salah satu bisnis kuliner yang bisa dibilang sukses.

Hal ini terlihat dari animo peminat teh khas Thailand dan juga banyaknya stand yang menjual minuman ini.

Selain rasa, thai tea juga memiliki banyak variasi rasa. Itulah yang membuat bisnis ini tetap awet meskipun banyak bisnis minuman lain yang serupa.

Bisnis kuliner merupakan bisnis yang sangat potensial dan juga memiliki persaingan yang ketat. Dibutuhkan mental yang kuat dan perencanaan yang matang agar bisnis bisa berjalan lancar.

Bagi pengusaha pemula, dengan memahami cara memulai bisnis kuliner, maka pengusaha bisa memperoleh fondasi yang kuat agar bisa bertahan di bisnis kuliner ini. Selamat mencoba!

Tinggalkan komentar