Cara Mudah Hitung Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah
Biaya pembuatan sertifikat tanah sebenarnya dapat dihitung dengan mudah karena rumusnya telah disediakan oleh pemerintah. Simak penjelasannya berikut ini.

Thecronutproject.com – Jika kamu memiliki aset properti berupa tanah, maka kamu wajib memiliki sertifikat kepemilikan atas tanah tersebut. Hal-hal terkait yang juga harus diurus adalah biaya pembuatan sertifikat tanah.

Pada dasarnya, sertifikat ini menjadi tanda bukti bahwa kamu memang pemilik sah dari tanah tersebut berdasarkan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Biaya pembuatan sertifikat tanah yang dapat kamu daftarkan pun ada banyak jenisnya, misalnya biaya pembuatan sertifikat tanah hasil beli pribadi, biaya pembuatan sertifikat tanah hibah, dan biaya pembuatan sertifikat tanah dari girik.

Nah, sebelum memproses pengurusan sertifikat tanah, kamu harus menyiapkan beberapa dokumen, yaitu KTP, KK, Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan, SPPT PBB, Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan, dan surat pernyataan kepemilikan lahan.

Nantinya, dokumen-dokumen tersebut akan menjadi acuan serta bukti yang valid dan segera terproses oleh petugas yang berwenang, yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Hitungan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah

Sebenarnya, acuan pembuatan sertifikat tanah biaya ini sudah ditetapkan dalam Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015. 

Yuk, simak rincian harga pembuatan sertifikat tanah berikut ini!

  1. Biaya Pendaftaran

Biaya ini harus kamu bayarkan saat pertama kali mendaftarkan untuk mengurus sertifikat tanah. Jumlah biaya yang akan kamu keluarkan adalah Rp50.000,00.

  1. Biaya Pemeriksaan Tanah

Sesuai pada Pasal 7 PP Nomor 128 Tahun 2015, hitungan tarif pemeriksaan tanah dapat kamu hitung dengan rumus berikut:

Tpa = (L/500 x HSBKpa) + Rp350.000,00

Keterangan:

Tpa = Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A

L = luas tanah

HSBKpa = Harga Satuan Biaya Khusus 

  1. Biaya Pengukuran Tanah

Sesuai pada Pasal 4 ayat 1 PP Nomor 128 Tahun 2015, tarif yang harus kamu bayar untuk pengukuran tanah memakai rumus berikut ini:

  • Luas tanah ≤ 10 hektar

Tu = (L/500 x HSBKu) + Rp100.000,00

  • Luas tanah > 10 hektar hingga 1.000 hektar

Tu = (L/4.000 x HSBKu) + Rp14.000.000,00

  • Luas tanah > 1000 hektar

Tu = (L/10.000 x HSBKu) + Rp134.000.000,00

  1. Biaya TKA (Transportasi, Konsumsi, dan Akomodasi)

Nah, kalau biaya yang satu ini akan masuk ke kantong pribadi petugas yang mengurusi proses pembuatan sertifikat tanah tersebut. Besarnya biaya yang harus kamu keluarkan adalah Rp250.000,00.

Baca juga: Cara Menghitung Keuntungan Bisnis Properti

Contoh Penerapan Hitungan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah

Nah, setelah mengetahui rumus-rumus dasar untuk menghitung rincian biaya pembuatan sertifikat tanah, mari coba menghitung dengan contoh sebagai berikut:

  • Kamu membeli sebidang tanah di area Surabaya dengan luas tanah 500m2. Nah, si penjual mematok harga sebesar Rp400.000.000,00.

Berdasarkan rumus yang telah tertera di atas, mari coba menghitung kisaran harga pembuatan sertifikat tanah yang akan kamu beli:

  • Biaya Pendaftaran: Rp50.000,00
  • Lalu, biaya TKA: Rp250.000,00
  • Kemudian, biaya pengukuran tanah:

Tu = (500/500 x Rp50.000,00) + Rp100.000,00 = Rp150.000,00

  • Biaya pemeriksaan tanah: Tpa = (500/500 x Rp40.000,00) + Rp 350.000,00 = Rp390.000,00

Jadi, total seluruh biaya yang harus kamu bayarkan adalah senilai Rp840.000,00

Perkiraan Modal Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah

Bagaimana, apakah sudah tercerahkan mengenai biaya pembuatan sertifikat tanah?

Nah, patut diketahui bahwa harga HSBKu serta HSBKpa pada setiap daerah berbeda-beda, ya.

Kamu dapat melihat biaya yang telah ditetapkan per daerah provinsi dengan mencari tahu melalui peraturan pemerintah.

Jadi, biaya pembuatan sertifikat tanah juga tergantung letak, luas, dan harga jual tanah tersebut, ya!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Strategi Bisnis Properti
Read More

Strategi Bisnis Properti

Hanya punya modal kecil tapi ingin terjun ke bisnis properti? Jangan takut, ketahui strategi bisnis properti untuk yang bermodal kecil berikut ini.